Dea Tunggaesti


Profil Dea Tunggaesti, biografi Dea Tunggaesti pengacara cantik Nazarudin diambil dari kompas.com, yang berjudul "Dea Tunggaesti, Si Jelita Pengacara Nazaruddin"

Nama Dea Tunggaesti mendadak tenar setelah sosoknya tampil di televisi sebagai pengacara Muhammad Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 di Palembang.

Pamornya berkibar di dunia maya. Dalam waktu singkat, akun Twitter dan Facebook-nya diburu orang. Di Twitter ada orang yang membuat akun atas nama dirinya, @deatungga. Akun palsu ini kerap meniru tweet yang dibuatnya. Sekadar informasi, akun asli dea adalah @deatungga_. Hingga tulisan ini dibuat, followers-nya mencapai 2.005 orang.

Di Facebook tak kalah seru. Ribuan notifikasi mampir di laman Facebook-nya. Ia belum sempat merespon. Ia kini juga punya laman fans. Hingga berita ini dibuat, sudah ada 2.914 Facebooker yang menorehkan jempol (like) di laman itu, mengalahkan laman fans adiknya, Rheisa Kartikasari (Runner Up Putri Indonesia 2010), yang mencatat 2.489 jempol.

Sosok Dea pertamakali muncul di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyampaikan pernyataan soal surat Nazaruddin kepada Presiden. Setelah itu, ia beberapa kali tampil di televisi dalam kapasitas yang sama. Dengan tangkas ia beradu argumen dengan sejumlah narasumber mengenai perkembangan kasus yang menjerat kliennya. Muda, cantik, dan cerdas.

Usia Dea belum menginjak kepala tiga. Silakan hitung, Dea lahir 26 September 1982. Ia menyelesaikan pendidikan strata satunya di Universitas Pelita Harapan, strada dua di Universtitas Gajah Mada, dan kini tengah menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Padjajaran.

Sebelum meniti karir sebagai pengacara, Dea sempat icip-icip sebagai bintang iklan, video klip, hingga layar lebar. Saat menempuh pendidikan S1 ia pernah terlibat dalam film layar lebar berjudul “30 Hari Mencari Cinta”. Di film itu ia melakoni pemeran pembantu. Dea juga pernah menjadi model video klip Sheila On 7 "Pejantan Tangguh" dan Kahitna. Selebihnya, Dea lebih banyak menjadi model iklan seperti "Softener Soklin", "Pepsodent", "Macaroni la fonte" dan "Softex".

"Tapi semuanya saya tinggalkan ketika lulus kuliah S-1," kata Dea dalam perbincangan dengan Tribunnews di Jakarta, Kamis (25/8/2011) malam.

Dea menempuh pendidikannya di Sekolah Dasar Siemens di Kelapa Gading. Di kelas 5 SD, dia pindah ke kota apel, Malang, Jawa Timur. Di sana ia bersekolah di SD Santa Maria hingga kelas 2 SMP, lalu kembali ke Jakarta dan bersekolah di Dian Harapan hingga SMU.

Ganti haluan

Pernah meniti karir sebagai artis, kenapa Dea banting haluan menjadi pengacara, berjibaku dengan dunia yang keras yang didominasi lelaki? Ia mengaku sejak kecil memang bercita-cita menjadi pengacara.

"Sempat bercita-cita menjadi pramugari atau sekretaris tetapi akhirnya saya tertarik menjadi lawyer," ungkapnya.

Dea bercerita, keinginannya menjadi pengacara timbul setelah ibunya sering berbicara mengenai hukum kepadanya. Bersama adiknya, Rheisa Kartikasari (Runner Up Putri Indonesia 2010), Dea dibesarkan Sang Bunda.

"Kebetulan orangtua saya cerai, saya sejak kecil bareng sama ibu dan adik saya. Setiap malam perbincangan kami tentang hukum," kata anak sulung dari pasangan Agus Bahagianto dan Dewi Pandansari.

Dea sosok yang ayu, apakah tidak tertarik mengikuti jejak sang adik yang menjadi Putri Lingkungan? "Enggak deh, saya sudah tua. Adik saya saja," kata Dea sambil tersenyum.

Dea Tunggaesti mendadak tenar. Ia adalah pengacara Nazaruddin, tersangka kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games 2011 di Palembang. Bekerja untuk kantor pengacara OC Kaligis, Dea tampil di publik sebagai sosok pengacara muda yang cantik dan cerdas. Pengemarnya membludak di dunia maya

Jangan patah hati. Dea sudah berkeluarga. Nevio Parodi, lelaki berkewarganegaraan Italia berdarah Manado telah memikat hatinya. Pasangan ini dikarunia dua putri Chiara Mahisa Parodi (3) dan Elena Ganesha Parodi (1). Mereka tinggal tinggal di kawasan Jatipadang, Jakarta Selatan.

Bagaimana ceritanya ia bertemu Nevio? Seraya tersenyum hangat, Dea bercerita saat itu dia adalah mahasiswi baru di Universitas Pelita Harapan.

"Kalau dia (Nevio) kakak kelas. Dia sedang tugas akhir sekaligus pelatih sepakbola di kampus," ujarnya sambil melirik sang suami yang menemaninya malam itu.

Merasa cocok karena sama-sama menyenangi hobi travelling, Dea pun menerima pinangan Nevio pada tahun 2004 setelah berpacaran selama empat tahun.

Nevio mengatakan, Dea merupakan pasangan yang tepat baginya. "Ketika itu saya yang memberanikan diri menghubungi Dea. Saya dikenalkan oleh teman saya," kata Nevio.

Pria yang bekerja di Perusahaan Austria itu juga memuji kehebatan Dea dalam memasak. Nevio senang bila Dea membuatkannya tiramisu, macaroni schootel dan kue kering. "Dia pintar memasak," puji Sang Suami.

Baik Dea dan Nevio juga sepakat mendukung karir masing-masing. Nevio sering bepergian keluar negeri, sedang Dea memilih kesibukan menjadi pengacara. "Tetapi waktu weekend kita harus bertemu," kata Dea yang diamini Nevio.

Menjadi suami pengacara yang dikenal publik memberi pengalaman baru bagi Nevio. Ia menceritakan pengalamannya mendampingi Dea menjenguk Nazaruddin di Rutan Mako Brimob dengan penjagaan ketat dari kepolisian dan KPK.

"Saat itu hari Minggu. Tetapi Dea mau bertemu Nazaruddin lalu saya antarkan ke Rutan Mako Brimob. Itu pengalaman pertama saya ke rutan," kata Nevio.

Penjagaan Rutan Mako Brimob dikenal sangat ketat, untuk menemui Nazaruddin hanya tim pengacara dan keluarga yang diperbolehkan. Lalu bagaimana Nevio dapat melewati penjagaan tersebut ?

"Mungkin dikira penjaga saya supirnya Bu Dea, jadi langsung masuk aja," tutur Nevio sambil tertawa.

Namun, Nevio tidak bertemu dengan Mantan Bendahara Partai Demokrat itu di sel tahanan. Dia hanya menunggu istrinya itu di depan Rutan. "Saya tidak ingin mencampuri pekerjaan istri saya. Jadi saya tidak ingin bertemu Nazaruddin," imbuhnya.

Pria yang sempat menjadi pengajar di Pusat Kebudayaan Italia itu mendukung istrinya menjadi pengacara dan memberikan bantuan hukum kepada Nazaruddin. Dia hanya mengingatkan agar Dea menjaga kesehatannya.

"Ya saya minta dia jaga kesehatan, perjalanan kasus ini masih panjang, tapi kalau mental, dia sangat kuat," katanya.

Nevio juga mengungkapkan dia dan Dea memiliki persamaan hobi yakni jalan-jalan. Hobi itu digunakan keduanya untuk melepaskan diri dari kejenuhan bekerja. "Kami mencoba untuk pergi ke suatu tempat yang tidak pernah dikunjungi sebelumnya. Untuk tahun ini kita berencana pergi ke Afrika Selatan," ujarnya.

Bergabung dengan OC Kaligis

Ketenaran Dea tak lepas dari peran OC Kaligis. Pengacara kawakan itu memberi kepercayaan kepada Dea untuk tampil di depan publik menangani satu kasus besar yang menjadi perhatian masyarakat.

Dea bercerita tentang karir kepengacaraannya. Saat lulus sarjana, ia mendaftarkan diri ke kantor OC Kaligis. "Pak OC Kaligis merupakan kerabat jauh suami saya. Saya sering bertemu saat di kampus ketika Pak OC jadi dosen tamu dan di acara keluarga," ungkapnya.

Kasus pertama yang ditangani Dea adalah menyangkut Yayasan Presiden Soeharto. Setelah itu Dea terlibat dalam perkara Djoko Chandra dan terakhir Aguswandi Tanjung yang dipindana karena kasus dugaan pencurian listrik.

Lalu bagaimana dia terpilih menjadi tim pengacara Muhammad Nazaruddin ?

"Saya ditunjuk Pak OC Kaligis saat bulan Juni sebelum kasus ini heboh. Karena dari bulan Juni Pak Nazaruddin sudah menunjuk surat kuasa." kata perempuan yang mengaku baru beretemu Nazaruddin sepulang dari penangkapannya di Kolombia.

Tim pengacara itu, kata Dea, terdiri dari sembilan pengacara. Namun yang berbicara ke publik yakni OC Kaligis, Afrian Bondjol, Dea Tunggaesti dan Aldila Warganda. "Itu dipilih secara random dan dapat bertambah bila kasus itu berkembang," ujarnya.

Dea mengaku keluarga sangat mendukung ketika dia mulai menjadi pusat perhatian media.

"Saya mendukung pilihannya, apalagi dia menyenangi pekerjaannya. Saya hanya ingatkan tentang menjaga kesehatannya, kalau mentalnya sudah teruji," kata sang suami.

Dea juga mengatakan sejak menjadi pengacara Nazaruddin, banyak masyarakat yang bertanya tentang kasus Nazaruddin bila bertemu dengannya.

"Ada yang bertanya bagaimana Nazaruddin, ya saya jawab nanti saya salamin ya ke Pak Nazaruddin," ujarnya.





Gambar Orang Cantik | Foto Orang Cantik Dea Tunggaesti

TERKAIT

Tidak menemukan orang cantik yang dicari? Coba cari disini:

2 comment:

Anonymous said...

like this

farmasiislam said...

tante-tante haus brondong

www.royalbisnis.com/?id=seko

Post a Comment